Pelatihan dan Sertifikasi K3 oleh Kementerian PUPR

Jakarta, (25/7/2018), Dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Perusahaan, PT VIRAMA KARYA (Persero)  berpartisipasi  dengan mengikutsertakan Pejabat termasuk Merlany Legitasari (selaku Direktur) dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi K3 yang diselenggarakan oleh  Kementerian  PUPR pada tanggal 25-26 Juli 2018, bertempat di Hotel  Century Park Hotel, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta,

Dalam rangkaian acara Pelatihan dimaksud, dilakukan pula Penandatanganan Komitmen K3 Konstruksi dan Sertifikasi Ahli K3 Konstruksi Batch oleh beberapa Pejabat terkait yang ikut dalam kegiatan Sertifikasi K3 bagi Pejabat dan Pegawai BUMN Jakarta, serta pejabat fungsional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari dengan tema “Membangun Kesadaran Ber-K3 Dengan Pelatihan & Sertifikasi” 

Kegiatan  Pelatihan dan Sertifikasi  tersebut dibuka oleh Syarif Burhanuddin (Dirjen Bina  Konstruksi Kementerian PUPR), disampaikan arahan “Setiap pekerja harus memiliki komitmen, mulai hari ini jangan lagi terjadi kecelakaan kerja, harus diusahakan zero accident. Kami tidak ingin ada kecelakaan di pekerjaan konstruksi terjadi lagi,” tegas Syarif Burhanuddin .

Syarif menyayangkan, selama ini K3 hanya dijadikan sebagai simbol dan bisa dilihat di setiap proyek konstruksi dengan adanya tulisan “safety first”.  Dia menilai dalam pelaksanaannya, K3 bukan menjadi lagi hal yang utama sehingga yang tertulis belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Ironisnya lagi, lanjut Syarif, K3 hanya dianggap sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan tidak dimplementasikan dalam pekerjaan di lapangan. “Kami melihat selama ini K3 dijadikan sebagai simbol, di setiap poyek ada tulisan safety first. Bahkan K3 dilihat sebagai bagian dari kelengkapan administrasi saja. Mau digunakan atau tidak, itu tidak menjadi kewajiban dan tidak muncul dalam bentuk unit kerja,” terang Syarif.

“Acara Pelatihan dan Sertifikasi K3 ini merupakan langkah positif untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang arti pentingnya K3 dan berbagai dampaknya.  Saya mengapresiasi para peserta yang hadir dengan kesadaran untuk mengikuti sertifikasi K3 kali ini,” ujar Syarif.  “Hal tersebut merupakan langkah positif  dalam mengenal dan mengetahui lebih jauh tentang K3 dan dampak-dampaknya. Saya apresiasi kepada bapak dan ibu yang meluangkan waktunya dengan kesadaran tinggi,” imbuh Syarif.

Syarif berharap melalui program pelatihan dan sertifikasi akan mengurangi dampak terjadinya kecelakaan kerja di proyek konstruksi pada masa mendatang. Dirinya meyakinkan ke depan kecelakaan bisa kita hindari seminimal mungkin dengan berkomitmen melaksanakan K3 sebaik-baiknya. (Pramono)

3 2  1

4

Share this on
Share on FacebookTweet about this on Twitter
Copyright © 2015 PT. VIRAMA KARYA (Persero). All Rights Reserved